Refleksi Bencana Banjir Desa Sawangan
Kurikulum Sekolah Dasar hari ini, pelajaran Kelas 5 SD pada tema 4, anak-anak sudah belajar tentang usaha menjaga lingkungan sekitar. Dan sepertinya pelajaran dasar inipun sudah dipelajari dari generasi baby boomer yang telah mengenyam pendidikan sekolah dasar.
Pelajaran yang dibahas diantaranya adalah tentang bencana banjir. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab bencana banjir diantaranya adalah karena adanya penggundulan hutan. Dalam pelajaran itu disebutkan, “Seperti kita ketahui, pohon atau tumbuhan memiliki peran penting untuk meresap air yang jatuh ke tanah. Jika terjadi penebangan pohon besar-besaran, maka bisa berpotensi menjadi penyebab banjir dan tanah longsor”.
Melihat banjir yang terjadi di Desa Sawangan beberapa waktu lalu, maka pelajaran anak SD ini mestinya bisa direnungi oleh masyarakat dan stake holder terkait. Mengapa banjir itu selalu terjadi setiap musim hujan? Bukan semata-mata karena aliran air yang besar dan tanggul jebol, tapi faktor penyebab utamanya adalah karena penggundulan hutan akibat penambangan batu di daerah pegunungan di sekitar wilayah Desa Sawangan dan Kaliwedi.
Banjir bukan hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tapi bila ini berlangsung lama, tentu akan memunculkan penyakit peserta seperti gatal-gatal, air minum tercemar, septik tank bocor, jalan rusak dan lain-lain. Bahkan dampak ekonomi banjir Desa Sawangan, telah merugikan petani di 3 desa yaitu Desa Sawangan, Kaliwedi dan Cindaga karena sekitar 25 hektar lahan pertanian tergenang banjir dan berdampak pada gagal tanam padi karena persemaian yang sudah jadi, tergenang banjir berhari-hari.
Apakah masyarakat telah lupa dengan pelajaran SD itu atau apakah pengusaha tambang itu tidak peduli lagi dengan dampak usahanya, atau dinas terkait seperti ESDM juga tidak melakukan evaluasi terhadap penambangan di pegunungan itu?
Bila komponen-komponen ini tidak menyadari dan tetap tidak peduli terhadap dampak akibat penambangan, maka kerugian yang bertubi-tubi itu tentu akan terus terjadi pada tiap-tiap musim hujan.
Related Posts
Komentar
Popular Post
Copyright © 2026 | Pemerintah Kabupaten Banyumas